Skip to main content

Abdiku Padamu (Indonesia)

Abdiku Padamu
Indonesia, negara yang saat ini sedang tidak karuhan. Banyak permasalahan bermunculan. Kesatuan negara ini pun terancam keberadaannya. Terkenal dengan pegawai pemerintahnya yang kotor. Memalukan memang, akan tetapi bagaimanapun juga aku tetap mencintainya karena dia adalah negaraku, tempat aku dilahirkan dan tempat dimana aku tinggal. Untuk itu, aku berjanji untuk menjaganya. Satu per satu pertanyaan pun bermunculan di benakku. Dapatkah aku menjaganya? Akankah negaraku berubah menjadi yang terbaik? Bagaimanakah cara yang dapat kulakukan?
Untuk mewujudkan semuanya aku harus mempunyai suatu strategi. Dengan strategi maka peperangan pun akan lebih terarah. Selain itu, senjata juga tak kalah penting. Dengan senjata aku dapat menyerang musuh. Senjata yang aku gunakan adalah pendidikan. Pendidikan merupakan senjata yang sangat ampuh untuk menyerang. Dengan pendidikan yang berkarakter dapat mengubah pola pikir manusia untuk lebih maju sehingga terciptalah manusia-manusia yang berpotensi untuk mengubah negaranya.
Strategi yang akan aku gunakan adalah dengan merancang semua sejak dini. Waktu yang sangat tepat untuk memulainya adalah saat ini. Perguruan tinggi merupakan gerbang yang sangat tepat untuk mengumpulkan amunisi untuk berperang.

Di sini dimulai dari menyiapkan diriku sendiri untuk mengambil sebanyak-banyaknya amunisi di tempat ini. Setelah tekadku kuat, aku akan menjadi yang terbaik diantara yang terbaik. Hal ini dapat ditunjukkan dengan belajar dengan sungguh dan menjadi yang terbaik sehingga mendapat kepercayaan dari Sang Pembimbing. Dengan begitu, akan lebih mudah bagiku mendapatkan beasiswa untuk meringankan beban orang tua. Disiplin dalam mengerjakan tugas dan ramah terhadap semua orang merupakan modal untuk segera menyelesaikan perkuliahan, juga sebagai bekal nantinya ketika sudah terjun di masyarakat. Melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi lagi agar mendapatkan bekal ilmu yang cukup kuat untuk berperang nantinya. Setelah semua amunisi terisi penuh, saatnya untuk terjun ke masyarakat dengan mendidik mereka dan menjadikannya sebagai manusia yang cerdas, berpotensi, dan berkarakter. Sasaranku untuk mewujudkan manusia seperti itu adalah golongan para mahasiswa karena jiwa semangatnya berkobar dan akan lebih cepat untuk membentuknya menjadi manusia yang maju. Setelah mendapatkan kepercayaan dan dukungan dari masyarakat, harapanku hanyalah untuk diberi takhta sebagai menteri pendidikan. Dengan begitu aku dapat mengabdi secara langsung kepada negaraku ini.

Comments